Jumat, 15 Desember 2017

MasBul

Sebelumnya pemberitahuan dulu, ini Cuma cerita iseng saja :D.
Jadi ceritanya tanggal 14 Desember 2017 kemaren, saya dan teman saya, sebut saja Suci (nama sebenarnya) jalan – jalan ke Tugu Khatulistiwa. Secara lah ya, meskipun Tugu Khatulistiwa berada di negara  Siantan, yang notabene satu wilayah dengan kami tinggal, tapi jarang (pake) banget kami mengunjungi Tugu kebanggaan masyarakat Kalbar itu.
Saat memasuki kawasan tugu (yang sekarang ini sedang tahap pembangunan), saya melihat sesosok #halah MasBul alias Mas Bule yang berdiri di atas mobil sambil selfie atau lagi live (ntah live IG, FB atau yg lain, gak nanya juga sih), maaf ya masbul saya abadikan tanpa permisi... keliatannya si masbul senang banget akhirnya kesampaian foto dengan latar belakang Tugu Khatulistiwa.
Mobilnya si MasBul dengan dia di atas Kap Mobil

Selasa, 12 Desember 2017

34 Tahun

Alhamdulillah... alhamdulillah...alhamdulillah...atas segala limpahan Rahmat dan berkah yang Allah curahkan dalam kehidupan saya 34 tahun ini. sesungguhnya tak ada yang harus dirayakan dalam hal ini, kecuali kesadaran bahwa waktu di dunia semakin menipis.
Tak ada yang pantas terucap dari lisan kecuali ucapan hamdalah atas segala nikmat yang Allah berikan. Nikmat keluarga yang baik, nikmat saudara – saudara yang baik, nikmat teman – teman yang baik yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, menjaga agar selalu istiqomah.... dan yang paling utama adalah Nikmat Iman yang masih bersemayam di dada. Dan berharap nikmat iman itu bertahan hingga malaikat maut menjemput.
Tak akan cukup rasanya menuliskan semua nikmat yang Allah berikan dalam hidup saya.

Minggu, 26 November 2017

Sudah siap?

Sudah siap?
Banyak yang bertanya:
Apa kriteria siap menikah?

Ini jawaban versi pak cah.

10 pertanyaan ukur kesiapan menikah.
By. Cahyadi Takariawan

Saya sering menuliskan, bahwa persiapan sebelum menikah itu meliputi persiapan spiritual, persiapan  mental, persiapan konsepsional, persiapan material, persiapan fisik dan persiapan sosial. Namun bukan hanya enam jenis persiapan itu yang diperlukan, para bujangwan dan bujangwati masih perlu merenung dan memikirkan masak-masak seperti apa kondisi orang setelah menikah.

Coba bayangkan beberapa hal yang terjadi setelah menikah berikut ini, dan tanyakan kepada diri sendiri apakah anda sudah siap untuk menghadapinya.

1. Apakah Anda Siap Melepas Kebebasan?

Salah satu hal yang sangat berbeda antara lajang dengan orang yang sudah berumah tangga adalah dalam  hal kebebasan. Saat masih lajang, anda bebas melakukan apa saja. Anda bebas makan dimana, jam  berapa, menunya apa. Semua terserah anda. Anda bebas mau mandi atau tidak mandi, mau mandi jam berapa, berapa kali sehari atau berapa kali sepekan, semua terserah anda.

Setelah menikah, anda tidak lagi memiliki kebebasan itu. Semua kebebasan anda itu hilang, karena anda memasuki kawasan bertanggung jawab. Anda harus menenggang perasaan pasangan anda atas semua perilaku, kebiasaan hidup, tutur kata, bahkan mimik wajah atau bahasa tubuh anda. Anda tidak bisa bersikap semau sendiri, karena anda harus membahagiakan pasangan.

2. Apakah Anda Siap Berbagi dalam Semua Hal?

Dulu anda naik motor atau mobil sendiri, kini anda harus berbagi. Dulu anda asyik ngenet sendiri, kini ada pasangan yang bisa mencemburui. Dulu anda bisa keluar malam sendiri, kini anda tidak bisa bebas lagi. Dulu anda bisa makan ke warung bakso sendiri, kini anda tidak bisa semau sendiri. Dulu anda mau tidur  dan bangun jam berapapun dengan bebas, kini anda tidak bebas lagi. Ini semua karena anda harus berbagi dengan pasangan dalam sangat banyak hal.

3. Apakah Anda Siap Menaiki “Roller Coaster” Kehidupan?

Hidup berumah tangga itu ada kemiripannya dengan menaiki roller coaster. Jika anda naik roller coaster, akan melewati saat yang wajar dan biasa saja, ada saat ketegangan, ada saat histeria, ada pula antiklimaks  berupa kelegaan. Akan ada banyak sekali suka dan duka yang akan dijumpai dalam kehidupan pernikahan. Tapi kebersamaan yang kuat antara suami istri akan menjadikan mudah melewati semua bentuk krisis atau masalah.

4. Apakah Anda Siap Terkejut Karena Menemukan Hal Baru dari Pasangan?

Sahabat muda, sebelum menikah, apalagi bagi mereka yang melewati masa pacaran, bisa jadi anda merasa telah mengenal banyak hal dari pasangan. Orang pacaran lebih banyak menampilkan kebohongan demi menyenangkan pasangan. Maka anda akan menemukan banyak sekali hal baru setelah menikah dan hidup berdua bersama pasangan. Hal-hal yang menjadi jati diri pasangan yang sesungguhnya.

Apalagi bagi pasangan yang tidak melewati masa pacaran, hanya berbekal masa ta’aruf secara Islami untuk menjaga hati. Pengenalan tentu tidak mendalam, karena lebih banyak sisi kesamaan visi dan keyakinan akan kebaikan calon pasangan. Maka setelah menikah, setiap hari adalah hari baru untuk lebih banyak tahu tentang kondisi pasangan. Anda akan terus dikejutkan dengan banyak hal baru dari pasangan yang belum pernah anda ketahui sebelumnya. Maka bersiaplah menghadapi hari-hari penuh kejutan itu.

Rabu, 25 Oktober 2017

Film Pengabdi Setan

Oktober hampir berakhir, dan baru 1 tulisan yang di share di blog. Yaaaa, seperti biasalah, ide banyak.. tapi begitu mau dituangkan menjadi sebuah tulisan, lalu nge-blank atau tiba2 stag ditengah menulis. Tapi, ya demi menepati janji pada diri sendiri untuk tetap berusaha maksimal ngisi ini blog biar gak karatan. Jadi ini cerita soal saya (akhirnya) terpaksa nonton film horor Pengabdi Setan.

Jadi ceritanya, beberapa minggu lalu sepupu mengajak saya untuk nonton film horor Pengabdi Setan. Karena saya tahu diri saya akan mudah sekali terbayang – bayang, jadi saya memilih jalan aman untuk tidak nonton film horor. Awalnya sepupu pasrah karena saya gak mau. Ealah, seminggu kemudian ternyata dia mencoba membujuk saya lagi. Saya kan pada dasarnya gak tegaan gitu ya, selain karena agak – agak penasaran dengan film yang di sebut – sebut sebagai film horor Indonesia terseram saat ini. jadi lah saya mulai luluh. Tapi, karena gak mungkin saya balik malam sendirian (terpaksa nonton malam, karena suaminya sepupu Cuma bisa malam), jadilah saya ngebujuk ibu saya buat ikutan nonton, dan saya bilang... kalau selesai nonton, saya ketakutan maka saya bakal tidur bareng ibu saya (hahahahaha...dasar saya penakut). Karena ibu setuju, jadilah kami nonton film horor di malam jum’at (emang kenapa? Ya gak papa sih hahahaha).

Senin, 02 Oktober 2017

Oleh oleh dari Workshop ASI bersama AIMI

Sebelumnya saya ingin memberitahukan bahwa tulisan saya kali ini cukup panjang. Walaupun tidak bisa 100% saya tuangkan apa yang saya dapat, sekiranya ini lah yang bisa saya bagi buat para calon ibu dan ibu Menyusui.
Mumpung masih segar dalam ingatan, di hari pertama bulan Oktober ini, saya akan berbagi materi tentang ASI. Pas tadi(1 Oktober 2017) pagi hingga siang hari, saya mengikuti Workshop tentang ASI.
Ada 3 pemateri dalam Workshop ASI kali ini, ibu dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM (panjang ya gelarnya, dan saya gak tahu kepanjangan dari singkatan gelar tersebut). dr. Utami ini adalah seorang ibu yang sudah cukup sepuh, usianya (kalau saya gak salah dengar) udah 73 thn, beliau memaparkan tentang Keutamaan dan Manfaat Menyusui. dr. Utami menjelaskan bahwa seharusnya bukan ASI Eksklusif melainkan Menyusui Eksklusif. Bayi menyusu eksklusif selama 6 bulan, tanpa tambahan makanan apapun, dan menyusui hingga 2 tahun. Ternyata pemberian ASI terhadap bayi baru lahir dimulai sejak bayi lahir, dinamakan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). IMD dimulai secepatnya, segera setelah bayi lahir. caranya setelah bayi lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga KULIT BAYI MELEKAT PADA KULIT IBU MINIMAL 1 (SATU) JAM.

Selasa, 12 September 2017

Jujur dalam Menasehati

Kadang (atau) bahkan sering, orang – orang bermanis – manis di depan kita, tapi di belakang kita, ngomongin kita. Saya juga kayak gitu.... namun, sekarang sedang diusahakan untuk dirubah.
Pada dasarnya saya ini orang yang gak pandai basa – basi. Senangnya to the point, hal ini yang seringkali dikeluhkan oleh sebagian teman – teman saya. Apalagi saya termasuk orang yang gak bisa pura – pura. Ekspresif, jadi apa yang saya rasakan, kemungkinan besar akan terlihat dari ekspresi wajah saya. Saya gak bisa pura – pura baik dengan orang yang gak saya suka. Syukurnya, sedikit sekali orang yang saya gak suka.
Nah terkait dengan judul tulisan ini. Seringnya kita merasa gak enak ketika menasehati orang lain. Karena seperti ada dinding tak kasat mata yang menghalangi. Kata – kata yang muncul dalam pikiran adalah “aaaah, nanti dia tersinggung”....atau ...”aduh, ntar dia marah sama aku”. Padahal, menurut saya, kejujuran tetap harus di utarakan mesti pahit.

Rabu, 06 September 2017

Ujian dan rasa Syukur


 Setiap kita punya ujiannya masing – masing, kadarnya tak pula sama...ada yang mungkin lebih ringan, ada yang lebih berat. Tapi, tak juga bisa kita samakan kadar ujian setiap orang. Karena bisa jadi, bila suatu perkara yang terjadi pada kita, kita anggap sebagai ujian yang berat.... mungkin di pandang orang, ujian kita tak seberapa. Begitu juga sebaliknya. Jadi, memang bukan tugas kita untuk men’judge’ ujian yang sedang di hadapi seseorang.
Cara orang – orang menghadapi ujian pun berbeda – beda. Ada yang menanggapi ujian dengan santai, ada pula yang sampai stress ketika di hadapkan dengan ujian.
Ada yang menganggap ujian sebagai bentuk sayang Allah pada hamba-NYA. Menguji sampai sejauh mana sang hamba berhusnudzon dengan PENCIPTAnya. Tapi, tak sedikit pula yang menganggap ujian dari Allah itu sebagai bentuk “jahatnya” Allah. Naudzubillah....

Selasa, 05 September 2017

Apakah menyedihkan ???

Kamu single? Sama dong sama saya hehehe.
Apakah kamu merasa merana ? kalau jawabannya iya, berarti kita di kubu yang berbeda. Soalnya saya gak merasa merana dengan status saya sekarang. Saya nikmati aja sih apa yang udah Allah gariskan dalam hidup saya.
Masih bisa ‘bebas’ tanpa beban dalam kesendirian adalah suatu hal yang patut di syukuri. Bukan berarti, kalau udah nikah gak bisa ‘bebas’ lagi loh...eh tapi kebanyakan memang gak terlalu ‘bebas’ lagi sih hahahaha. Kalaupun suaminya mengizinkan, kitanya yang biasa ngerasa gak enak...kata teman sih gituuuuuu.
Balik ke status single yang buat sebagian orang terlihat menyedihkan dan terkesan gak laku. Aduuuuuuuh....kasian kalau ada yang berpikiran seperti ini. Soalnya, hidup kan gak melulu tentang merubah status dari single menjadi double. Soalnya nikah itu sebuah keniscayaan, sedangkan kematian itu pasti. #halaaaaaaah ...bijak banget ukhtiiiii :D.

Senin, 04 September 2017

Simpang 4 Lampu Merah

Siapa di sini yang bersedia menanti lampu merah berubah hijau baru kembali memacu kendaraannya? Atau siapa di sini yang jarang berhenti kalau lampu merah lagi menyala?
Kalau kamu salah satu dari segelintir orang yang (hampir) selalu berhenti ketika lampu merah menyala, maka kita satu tim. Apalah susahnya ya berhenti sejenak ketika lampu merah menyala. Gak sampai setengah jam udah jalan lagi kok. Kenapa kayaknya susah banget berhenti.
Jadi nulis ini karena kesel banget...habis berantem sama sesebapak pengendara motor yang kayaknya super duper sibuk sekali.

Jumat, 18 Agustus 2017

Akun Anonim

Kamu punya akun socmed?
Sebagian besar orang akan menjawab...ya pasti dong, jaman sekarang, gak punya socmed...apa kata dunia?
Padahal mah sebenarnya biasa aja sih ya kalau gak punya socmed...gak ada keharusan. Pilihan masing – masing orang.
Kalau saya? Saya termasuk orang yang aktif di socmed. FB, twitter, IG, WA, LINE, Path, Pinterest, Gmail, Yahoomail, Hangout... semuanya saya punya, walaupun yang paling aktif Cuma FB, IG, WA, dan Line. Yang lain...punya akun tapi jarang nyetatus. Maruk yak ? hehehehe.... gak sih kalau buat saya. Karena masing – masing socmed saya peruntukkan untuk hal2 yang cukup berbeda.
Tapi, bukan itu sih yang ingin saya tulis. Tapi tentang profile akun . Setiap kita punya kebebasan mutlak untuk memakai poto profile atan nama akun apapun. Saya sendiri, beberapa waktu belakangan lebih memilih poto profile yang tidak begitu jelas memperlihatkan wajah saya (halaaaaah...sok misterius) :D. gak sih... alasannya emang karena gak terlalu nyaman aja. Tapi, saya punya 3 akun IG (hahahaha), yg 1, akun untuk share hasil poto2...sekali2 poto saya dan keluarga (momen2 momen tertentu dan kalau saya lagi mood)... kalau mau ngintip2 atau follow silahkan ke @enoningsih , tapi gak janji saya follback ya hehehehe. Yang 1 akun asli dengan nama panjang saya, tapi maaf buat private...dan gak semua bisa saya confirm (sok arteeeesss...plaaaaak), dan yg 1, akun anonim...tempat saya berekspresi dan belajar menggunakan bahasa inggris (gak usah tw lah ya...namanya aja anonim heheheh).
Terkait dengan akun anonim saya, jujur saya bilang bahwa saya menggunakan poto salah satu artis terkenal. Karena saya suka aja sih sama artis itu. Tapi, saya gak pernah berpura – pura menjadi artis tersebut.
Iiih apa hubungannya sih ? jadi, gini...di salah satu akun socmed ... ada 1 akun yang (dulu) cukup saya sukai, karena status2 nya menarik, bagus serta cerdas. Saya selalu menunggu akun tersebut itu untuk update. Apalagi di tambah dengan poto profile yang menarik. Tapi....suatu saat, saya akhirnya mengetahui bahwa poto – poto yang di pakai dan diunggah akun tersebut bukan lah poto asli yang bersangkutan. Ketika di beri tahu sama seseorang, awalnya saya tak percaya... sampai akhirnya mendapat penjelasan dari seseorang yang lain. Dan akhirnya saya berpikir...oh iya ya...aneh aja gitu mengakui poto orang sebagai poto diri.

Minggu, 30 Juli 2017

Sakit Hati

Sakit hati
*hela nafas* sebelum nulis ini, berkali – kali istighfar...bukan ape, saye nak nulis kondisi Indonesia sekarang. Eh kalau kalian tinggal di Indonesia *kalau otaknye masih bener sih*, pasti lah miris, sedih dan sakit hati liat kondisi Indonesia sekarang ,
Indonesia nih kan sebenarnye negare kaye...kaye sekali malah. Sumber daya alam nye ...masyaAllah berlimpah.... sumber daya manusienye pun tak kalah gak banyaknye. Sayangnye Indonesia sekarang lagi di pimpin same orang yang tadak ngerti jalankan amanahnye dengan baik. Malar jak berutang, tapi tak jelas berutangnye buat ape. Kekayaan alam Indonesia di jual, tanpa ade disisakan untuk orang asli Indonesia *kalaupun ade, siiiiikit sekali. Tadak nanggar lah pokoknye*.

Kamis, 29 Juni 2017

Juni

bulan Juni hampir berakhir, dan belum ada satu tulisan pun yang saya posting. Buka laptop karena ada kerjaan....jadi gak kepikir buat tulisan.
Malam ini saya teringat azzam saya yaitu bahwa paling tidak ada 1 tulisan yang saya posting tiap bulannya di blog ini. Tentang apapun...

Rabu, 31 Mei 2017

Akhir Bulan Mei

Hari terakhir di bulan Mei...hari ke 5 Ramadhan.

Alhamdulillah...Allah masih kasih izin untuk kembali bertemu dengan Ramadhan...ntah apakah bisa sampai akhir atau terhenti di tengah karena waktu di dunia telah habis.
Seperti tahun – tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini status masih sama....dan itu berarti saya harus menyiapkan diri, untuk mengisi stok sabar sebanyak mungkin....karena ketika Idul Fitri tiba...pertanyaan favorit masyarakat “kapan Nikah?”, kemudian pernyataan favorit sejuta uma “jangan banyak milih” akan sangat sering terdengar di telingamu. Aaaaaaaah nikmati saja lah ya....

Rabu, 17 Mei 2017

Tentang Kami...Aku dan Sohib ku

Ini tentang saya dan sohib saya, sebut saja namanya Lisna...lengkapnya Lisna Rahmaniah Siregar. Orang batak asli, tapi orangnya halus banget, gak enakan, baik banget, pinter banget, gak tegaan banget.....sebagian besar sifatnya berkebalikan dari saya. Saya ini walaupun jawa tulen (ini maksudnya ibu bapak saya, asli orang jawa, bukan karena saya bisa bahasa jawa hahaha) tapi orangnya nyablak banget, dan lebih gahar di banding si Ina ini haahahaha.
Kedeketan kita tuh gak kayak orang lain. Kita gak mesti tiap hari kontak – kontakan...gak setiap saat Wa-an. Tapi, ya gitu...kalau si Ina ini lagi balik ke Pontianak, biasanya kita bakal janjian ketemu, bahkan untuk sekedar makan bakso bareng. Sambil cerita – cerita dari A sampai A lagi. Kadang (eh seringnya)...kalau dia cerita sesuatu, saya yang lebih emosional di banding dia.

Kamis, 27 April 2017

Apa yang paling di khawatirkan dalam hidup ?

Sebagai manusia biasa, saya punya beberapa kekhawatiran besar dalam hidup saya. Setelah saya coba selami #halah, kekhawatiran terbesar saya adalah bila Allah cabut nikmat iman Islam dari hati saya, Allah cabut hidayah. Itu ketakutan terbesar saya. Aaaah, membayangkannya saja sudah menyeramkan.
Kekhawatiran ini muncul, karena melihat dan mendengar tentang orang – orang yang dulunya pejuang dakwah, lalu kemudian berbalik menjadi penentang dakwah. Naudzubillah...

Rabu, 26 April 2017

Sini Saya Istikharah kan

Sini saya Istikharah kan...
Jawaban itu yang saya ucapkan ketika ada yang bertanya “mb Deno’ kapan nikah?”...secara lengkap akan saya jawab “ada calon yang bisa di sodorkan ke saya? Sini , biar saya istikharah kan”. Sambil tersenyum manis...dan yang bertanya langsung diam seribu bahasa, lalu kemudian mengalihkan pembicaraan ke hal lain hahahaha.
Dan saat ngumpul keluarga saat ada acara adalah saat – saat kamu (si single) bakal jadi sasaran tembak yang empuk, apalagi kalau acara ngumpul keluarga itu bentuknya pernikahan adek sepupu....ya selamat, kamu bakal dapat ‘tembakan’ pertanyaan dan judgement dari seluruh penjuru. Kalau hati lagi baik, dan lagi gak baperan, bisa di jawab seperti saya menjawab. Tapi, kalau lagi bad mood, baperan lagi level maksimal....sebaiknya kasih aja senyum walau terpaksa.

Minggu, 02 April 2017

Nikah bukan Perlombaan

retnooooooo....alahai dah lama tak ketemu. Ape kabar? Iiih agak gemuk ye sekarang, pipinye tak setirus dulu.....anak dah berape ?
Itu lah kalimat pembuka, ketika pada sebuah kesempatan saya bertemu teman lama yang memang sudah bertahun – tahun tak bersua. Biasalah ya....basa basi (yang basi) orang Indonesia kalau ketemu pasti langsung nanya status....ketika saya menjawab bahwa saya masih single, tw gak sih kalian ...seseorang itu bilang apa ?
eh benarlah dikit? Masak sih belum nikah...kalah lah same adek aku. Adek aku anaknye dah 2 malahan”.
Karena udah terlalu sering dapat pertanyaan dan pernyataan seperti itu, saya Cuma senyum sambil jawab “iye ...benar”.
Okay...stop!. kita gak akan bahas obrolan lain antara saya dan teman saya itu. Yang pengen saya bahas adalah tentang kalimatnya (yang saya garis bawah dan tebalkan).

Senin, 20 Maret 2017

Mengapa Sapa memilih PKS


Mengapa P.K.S ?
Mengapa saya memilih bergabung di PKS? Tidak bisa di pungkiri, pertemanan sedikit banyak akan sangat mempengaruhi pendapat dan pilihan kita akan sesuatu.
Awalnya saya juga gak mau tuh mau tau soal – soal politik. Tapi, setelah ikut kajian kajian yang membahas soal keIslaman. Menyadari bahwa, Islam itu menyeluruh, semua hal ada panduannya, bahkan untuk yang remeh sekalipun. Jadi, kita ndak bisa Cuma ngambil sebagian, lalu sebagian yang lain dibiarkan saja.
Otak saya yang simple ini Cuma berpikir bahwa, kalau bukan orang – orang baik yang mengambil peran bisa mengambil sebuah kebijakan, maka peran itu akan di ambil oleh orang – orang jahat. Saya tidak bilang di partai lain tidak ada orang baiknya...pasti ada. Tapi, bila sebuah/seorang yang baik berada dalam suatu tempat/lingkungan yang lebih banyak orang jahatnya...maka dia akan tenggelam. Syukur – syukur kalau ndak terikut.

Kamis, 16 Maret 2017

Komunitas Photography ku

Semenjak 2 tahun lalu, saya bergabung dalam sebuah komunitas di IG (Instagram). Komunitas photography yang bernama @UploadKompakan ,kamu bisa searching di IG tapi gak bisa lihat soalnya di private. Dulu sempat bingung, upload kompakan (UK) itu apa sih? Nanya ke teman, di jelaskan dan akhirnya mengerti. Awalnya gak tertarik sama sekali, tapi suatu hari di ajak sama mb Dewi buat kopdaran sama kompakers dari Pontianak, yaitu member2 UK yang ada di Pontianak. Dari situ lah cerita dan kesukaan terhadap photography bermula. Awalnya agak minder, karena saya gak punya kamera, eh ternyata banyak juga teman – teman yang ‘hanya’ menggunakan kamera HP. Soooo...lanjuuuuut.

Rabu, 15 Maret 2017

Kita tak bisa hidup sendiri

Jadi ini cerita tentang salah seorang tetangga saya. Secara pribadi, saya dan keluarga, tidak punya masalah dengan tetangga ini. Pun rumahnya beda beberapa rumah dari saya. Jadi memang jarang berinteraksi ...lagian tetangga ini memang tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga2. Biar gak bingung, kita sebut saja tetangga sombong ini dengan sebutan tetangga S.
Jadi beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja ketika saya sedang menjemur baju di lantai 2 rumah, saya melihat dan mendengar pertengkaran si Tetangga S dengan Tetangga (kita sebut saja Tetangga R) yang rumahnya pas banget di samping Tetangga S. Ntah apa yang jadi alasan pertengkaran itu. Saya gak nyimak bener. Dari situ, sependengaran saya (ibu sih yang cerita), si Tetangga R gak teguran dengan si Tetangga S. Ealah...ternyata Tetangga S ini gak teguran juga dengan Tetangga T, yang rumahnya juga pas sebelahan. Jadi si Tetangga S ini gak teguran sama tetangga kiri kanan rumahnya. Ckckckckck.....

Jumat, 10 Maret 2017

STOP SELINGKUH!

Suka heran dan kesel sama perempuan yang dengan sukarela menjadi selingkuhan seorang pria berstatus suami. Apa sih yang di pikiran mereka? Merasa hebat gitu udah bisa buat seorang suami berpaling dari istrinya? Atau seorang ayah meninggalkan anak(anak)nya?
Seorang wanita bilang kalau laki – laki (yang berstatus suami orang itu) yang duluan deket – deket ke dia, curhat tentang ketidak harmonisan RT nya...tentang kekurangan istrinya..tentang bla..bla...bla...dan situ dengan polosnya percaya dengan semua yang laki2 itu sampaikan ? situ polos apa beg* atau pura2 beg*. Kalau situ perempuan baik2...situ gak akan mau tuh di gituin. Situ akan menjauh, situ akan menjaga jarak, situ akan berpikir bahwa gak baik jadi perempuan perusak rumah tangga orang.
Apanya yang hebat lah dari seorang wanita yang menghancurkan RT wanita lain? Gak ada hebat2 nya...beneran deh. Cap perusak RT akan melekat di jidat seumur hidup, bahkan sampai mati pun..cap itu tak akan berubah. Akan terus melekat...bahkan juga berdampak pada keluarga yang lain.

Senin, 27 Februari 2017

cuma nulis jak

Hampir sebulan, dan tidak ada satu tulisan pun yang berhasil saya posting di blog. Bukan karena gak ada ide mau nulis apa. Tapi, lebih karena malas banget mau ngetik dan menuangkan isi kepala dalam sebuah tulisan. Yang ada Cuma baca doang.
Banyak topik sebenarnya yang bisa diangkat menjadi sebuah tulisan...biar blog ada kehidupan dan gak mati suri. Tapi ya itu, terkalahkan oleh rasa malas.

Jumat, 27 Januari 2017

tentang AADC 2

Akhirnya...saya nonton AADC 2...demi apaaaaaaaa...
Awalnya, waktu berita tentang sequel AADC bakal di buat, berasa senang gitu. Soalnya saya kan dulu termasuk yang menikmati AADC. Tapi, pas tayang di bioskop yang sebenarnya dah janjian ma teman mau nonton bareng, malah gak jadi nonton. Waktu itu sih karena saya baca postingan teman tentang akhir kisah AADC 2. Karena waktu itu belum nonton..saya agak terpengaruh lah ya, karena gak suka aja sebenarnya akhir kisahnya kayak gitu.
Tapi...pas udah nonton. Saya harus mengakui bahwa...pendapat saya sedikit berbeda dari postingan teman saya.
Sebelumnya, saya pengen jadi pengamat film amatiran disini. (feel free untuk protes kalau gak setuju)
1.     Entah kenapa saya merasa akting para pemerannya di AADC 2 gak lepas gitu ya. Berasa maksa gitu....gak seluwes waktu AADC.
2.    Chemistry mereka berasa di paksakan...sepanjang saya nonton. Saya berusaha banget merasakan chemistry mereka tapi gak dapat. Dialog, gaya bahasa berasa garing gitu.
3.    Ini subjektif banget...asli subjektif. (sorry to say)...lebih ganteng Nicholas Saputra yang dulu #eh. Mungkin karena di situ di ceritain, dia agak berantakan hidupnya kali ya.
4.    Hmmmm...terakhir. soal endingnya. Yang Cinta dan Rangga akhirnya bersatu and finally happily ever after #kayakCinderellaAja. Gak ada yang salah sih...namanya jodoh kan kita gak tw ya. Mungkin harus muter2 dulu...baru akhirnya bersatu.
Kalau untuk sebagian orang sih mempermasalahkan pas Cinta dan Rangga jalan bareng seharian penuh, berdua aja. Saya juga mempermasalahkan sih...halooooo, gak boleh tw jalan berdua. Tapi kan itu film di buat gak pake standar saya (yang emang memutuskan untuk gak pacaran dan jalan Cuma berdua dengan lawan jenis), jadi ya...agak setujunya di situ aja sih.
Tapi kalau endingnya Cinta gak jadian sama Trian padahal udah tunangan, ya gak jadi masalah sih. Masih tunangan ini...beda hal kalau udah nikah. Ya walaupun kita pasti mikirny...iiiih Cinta apaan sih, udah ada Trian juga...seharusnya milih Trian lah.

Kamis, 26 Januari 2017

Saya Memilih untuk Melepaskan

Dulu saya berpikir si A atau si B atau si C itu sahabat saya, saya mencintai mereka tulus....sampai akhirnya kini saya sadar, bahwa anggapan itu Cuma datang dari pihak saya. Tidak dari mereka. Bertahun – tahun saya baru menyadari bahwa rasa cinta saya sebagai sahabat tidak berbalas. Mereka tidak pernah ada untuk saya, mereka tidak menerima saya apa adanya, mereka tidak terima saya beri advice yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka ada hanya ketika mereka merasa mereka butuh saya di suatu waktu. Selepas itu saya mungkin tidak dianggap ada.
Jadi sekarang saya memilih untuk melepaskan. Dan fokus pada orang – orang yang benar menyadari bahwa saya ada. Karena sungguh, sedih rasanya ketika keadaanmu tak dianggap ada oleh orang yang kau anggap. Berasa cinta bertepuk sebelah tangan gitu...tapi kayaknya ini rasanya lebih sakit dibanding dengan cinta bertepuk sebelah tangan dengan lawan jenis #eh #pengalamandiduahalitu #uhuk

Jumat, 20 Januari 2017

Rumput tetangga lebih indah...

“Iiih kamu enak, udah nikah”
“iiih senangnya udah punya anak”
“nyaman lah hidup awak nih, dah punye rumah dah punye mobil”
“enaknye jalan – jalan ke luar negeri tiap tahun”
Dan masih banyak kalimat – kalimat lain yang menunjukkan kekaguman atau rasa iri kita dengan hidup orang lain.
Padahal, mungkin saja kenyataannya tak seindah bayangan kita.

Senin, 16 Januari 2017

Hidup ku di Awal Tahun 2017

Apa yang berubah dari hidup mu di tahun 2017 ?
Apakah masih sama seperti tahun lalu? Atau ada perubahan yang kamu lakukan?
Saya melakukan perubahan dalam hidup saya di tahun ini, perubahan kecil sih, bukan perubahan besar. Tapi, kecil atau besar...tetap saja perubahan kan? J.
Dari akhir tahun 2016 kemaren saya kepikiran untuk jualan...nyoba jual mukena kemaren...tapi terhenti karena saya gak bisa nawarin ke orang, dan gak suka nawarin barang ke orang. Khawatir mengganggu, karena saya juga gak suka digituin hehehehe.
Akhirnya ketika saya liburan akhir tahun ke sanggau, ke rumah tante..ide ini muncul, oh iya kenapa saya gak jualan kue aja....gak usah yang mahal – mahal. Yang murah  meriah aja, yang bisa saya titip di kantin sekolah. Akhirnya gugling resep di internet, dapatlah resep puding telur mata sapi dan brownis irit...saya coba karena kedua resep itu simpel pake banget. No mixer no oven....ahaaaaaaa, ini yang benar – benar saya cari.

Senin, 09 Januari 2017

Cerita di Awal 2017

Kemaren, ketika menghadiri hajatan salah satu keluarga. Pertanyaan (basa – basi) yang biasanya di tanyakan kembali terdengar “kapan menikah?”....”ayo buruan menikah, tuh udah di langkah lagi”....”udah jangan banyak milih”.....”ayo mb, cepatan”....”mudah2an abis ini, mb ya yang nikah”.
Dan masih banyak pertanyaan dan pernyataan lain, yang intinya sama “kapan nikah?”.
Huuuufffft (tarik nafas ...hembuskan), jawaban paling aman yang bisa saya sampaikan hanyalah “insyaAllah...doakan saja”...atau “insyaAllah...As Soon As Possible, ada calon yang bisa di sodorkan?”.
 

MyHistory Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates