Senin, 12 Februari 2018

Ntah judulnya apa


Jadi ini cerita kemaren ‘liburan’ dadakan ke sanggau, Karena niatnya mau jemput ibu yang udah semingguan di sana.
Berangkat dari Pontianak hari jum’at pagi, pukul 07.00 wib, Alhamdulillah sampai di sanggau tanpa halangan pukul 11.00 wib (lewat dikit sih, tapi lupa berapa menit). Selama 3 hari (dr Jum’at siang – sampai minggu siang jam 11.00) Alhamdulillah semua lancer. Jalan – jalan ke Pancur Aji yang jalannya subhanallah (sempit, berkelok – kelok dan turun naik), alhamdulillahnya lancar. Sampai silaturahim ke rumah teman ibu yang jalannya juga tanjakan, masih aman terkendali.
Masalah hadir ketika akan melanjutkan perjalanan setelah berhenti Sholat Dzuhur dan makan siang di daerah Senyabang, beberapa kilometer sebelum Batang Tarang. Setelah beberapa ratus meter, Mobil (yang kami sewa) tiba – tiba gak bisa jalan. Bisa nyala, tapi gigi 1  pun gak bisa jalan. Syukurnya ketika mobil benar – benar berhenti gak bisa jalan lagi, pas di depan rumah penduduk yang halamannya (tanpa pagar) cukup luas. Jadilah saya dan 2 ponakan ngedorong mobil masuk ke halaman, karena gak mungkin dibiarkan di pinggir jalan…mengingat jalan tersebut dilalui sama mobil – mobil yang ngebut.

Selasa, 06 Februari 2018

2 Agenda


Jadi sejak beberapa pekan lalu saya menggalau hebat. Bingung pake banget…karena dua agenda yang sama pentingnya buat saya bentrok di tanggal yang sama. Kedua agenda tersebut masing – masing sudah direncanakan jauh – jauh hari. Saat tanggal Anniv kompon ditentukan, di agenda Latansa sedang dibicarakan dengan orang yang berkepentingan kapan Latansa akan diadakan. Qadarullah, saat penentuan tanggal agenda Latansa, saya tidak hadir rapat karena sesuatu hal. Dan panitia yang datang pun terlupa menyampaikan hasil rapat di grup. Setelah 2 pekan kegiatan akan dilaksanakan barulah saya tahu tanggal pelaksanaan Latansa. Galau lah saya, karena ternyata tanggalnya bentrok dengan Anniv kompon ke 3.
Saat itu saya sempat berharap, agenda Latansa dapat diundur. Tapi ternyata gak bisa. Saya sempat sampaikan ke teman – teman kompon bahwa kecil kemungkinan saya bisa datang ke Anniv Kompon. Karena acara Latansa yang cukup jauh (Rekadena, Jeruju Besar). Jarak dari tempat Anniv kompon ke tempat agenda Latansa jauuuh, makan waktu perjalanan +/- 50 menit. Pfffffttt…

Sabtu, 20 Januari 2018

Malam mingguan

udah lama banget gak malam mingguan. bukan karena lagi malas sih, tapi karena sebelum malam minggu udah di ajak keluar duluan ama teman.
tapi, khusus malam minggu ini...diajakin sama si suci ke tempat yang ada wifi nya. buat apa ? minta ajarin buat blog katanya hahahaha.
sok iye banget lah mau ngajarin blog sama si suci, secara yang punya blog ini juga gak tahu apa - apa soal blog. ngajarinnya sambil buka google hahahaha.
ini orang nya lagi duduk di sebelah. ngapain? lagi buat tulisan pertama untuk buat blog nya. saya sambil nungguin, buka - buka youtube, nulis juga ....yang tulisannya asal banget lah.
pengennya tahun ini bisa konsisten nulis paling gak 2 tulisan setiap bulan. tahun kemaren, alhamdulillahm bisa istiqomah nulis 1 tulisan per bulan #yipppppiiiiieee. padahal isinya juga bukan tulisan penting kayak blog nya orang - orang yang lain.
hmmmmm....penyakit datang, suka ilang ide di tengah - tengah tulisan. ya udahlah...udah dulu ya.

eh kalau mau ngintip tulisannya si suci bisa ke sini Blognya suci nih

Rabu, 03 Januari 2018

AAC 2

Tulisan pertama di tahun 2018. saya akan menulis tentang review film AAC 2, yang akhirnya saya putuskan untuk nonton, setelah mengalami pergulatan batin (#halaaaah).
Pada awalnya, sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk menonton film ini. karena pertama saya gak baca bukunya, dan saya tidak terlalu suka film Indonesia.

Waktu itu janjian sama teman buat nonton. Walaupun keinginan buat nonton itu hanya sekitar 60%. Maju mundur mau nonton. Apalagi ditambah baca review – review tentang film ini. makin mundurlah mau nonton. Tapi, pada akhirnya saya memutuskan untuk menonton, dengan niat mengapresiasi film bertema Islami. Saya mikirnya, ya kalau saya dengan mudah mengeluarkan tiket untuk menonton film barat yang gak ada unsur dakwahnya hanya karena saya suka. Masak sih untuk film bertemakan dakwah ini, saya gak mau. Jadilah, akhirnya saya memutuskan untuk nonton. Berusaha untuk melupakan review – review yang sudah saya baca. (insyaAllah di akhir tulisan, akan saya sertakan link review – review film tersebut), walaupun tetap gak bisa hahahaha.

Selasa, 19 Desember 2017

Kamu Bahagia ?

Kamu bahagia?
Tiba – tiba saja ada yang bertanya seperti itu sama saya . ketika saya tanyakan kenapa pertanyaan itu ditujukan ke saya, si penanya hanya bilang bahwa dia penasaran dengan hidup saya. Kok kayaknya gak ada beban . saya cukup heran sih, kalau dia memang melihat hidup saya seperti tidak ada beban, lalu kenapa dia bertanya apakah saya bahagia. Si penanya lalu menjelaskan bahwa mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah Apakah saya benar – benar bahagia dengan hidup saya?.
Ketika saya menjawab bahwa saya bahagia pun, si penanya sepertinya tak percaya...berkali – kali dia bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa saya benar bahagia. Lalu saya pun bertanya pada si penanya kenapa dia bertanya tentang itu. Ternyata dia cukup heran dengan saya yang masih berstatus Single dan tetap santai – santai saja, masih bisa tertawa bahagia. Padahal dia punya teman yang usianya jauh di bawah saya, tapi hari – harinya galau karena jodoh belum datang menghampiri.

Jumat, 15 Desember 2017

MasBul

Sebelumnya pemberitahuan dulu, ini Cuma cerita iseng saja :D.
Jadi ceritanya tanggal 14 Desember 2017 kemaren, saya dan teman saya, sebut saja Suci (nama sebenarnya) jalan – jalan ke Tugu Khatulistiwa. Secara lah ya, meskipun Tugu Khatulistiwa berada di negara  Siantan, yang notabene satu wilayah dengan kami tinggal, tapi jarang (pake) banget kami mengunjungi Tugu kebanggaan masyarakat Kalbar itu.
Saat memasuki kawasan tugu (yang sekarang ini sedang tahap pembangunan), saya melihat sesosok #halah MasBul alias Mas Bule yang berdiri di atas mobil sambil selfie atau lagi live (ntah live IG, FB atau yg lain, gak nanya juga sih), maaf ya masbul saya abadikan tanpa permisi... keliatannya si masbul senang banget akhirnya kesampaian foto dengan latar belakang Tugu Khatulistiwa.
Mobilnya si MasBul dengan dia di atas Kap Mobil

Selasa, 12 Desember 2017

34 Tahun

Alhamdulillah... alhamdulillah...alhamdulillah...atas segala limpahan Rahmat dan berkah yang Allah curahkan dalam kehidupan saya 34 tahun ini. sesungguhnya tak ada yang harus dirayakan dalam hal ini, kecuali kesadaran bahwa waktu di dunia semakin menipis.
Tak ada yang pantas terucap dari lisan kecuali ucapan hamdalah atas segala nikmat yang Allah berikan. Nikmat keluarga yang baik, nikmat saudara – saudara yang baik, nikmat teman – teman yang baik yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, menjaga agar selalu istiqomah.... dan yang paling utama adalah Nikmat Iman yang masih bersemayam di dada. Dan berharap nikmat iman itu bertahan hingga malaikat maut menjemput.
Tak akan cukup rasanya menuliskan semua nikmat yang Allah berikan dalam hidup saya.
 

MyHistory Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates