Jumat, 20 Mei 2016

안녕하세요....

안녕하세요 ....selamat pagi chingu....
Aaaaaaak....ternyata, bisa loh nulis huruf hangul di laptop tanpa harus install software...aaaaak suka. Dapat link cara nya di sini, di coba aja.

Tapi, karena di laptop kita gak ada huruf hangulnya....jadi kalau saya, nulis di laptop pake huruf hangul, sambil buka hape dan keyboardnya di setting huruf hangul hehehehe.....sukaaaaaaa.Kenapa saya belajar bahasa korea, ya karena saya suka drama korea, dan saya suka nonton Korean Award...naaaaaah, masalahnya kalau award tuh jarang ada yang nerjemahin. Jadi lah kalau nonton awards, pake bahasa kalbu hahahaha.

Sabtu, 14 Mei 2016

Bersyukur....Bersabar

Kadang...bahkan sering, kita (kita?? Saya aja kali) terlupa untuk bersyukur. Terlalu fokus pada apa yang diinginkan, lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.
Seringnya lupa bersyukur dan berterima kasih pada Allah atas semua anugerah yang tela Allah berikan.
Ketika sakit, barulah menyadari betapa mahalnya sehat itu.
Sekarang saya sedang belajar, untuk lebih mensyukuri apa yang ada di depan mata. Karena setelah di lihat – lihat, di pikirkan...banyak sekali hal yang patut di syukuri, dan bersabar dengan sesuatu keinginan yang masih belum dikabulkan-Nya.
Setiap pagi, ketika Allah masih mengizinkan saya untuk menyembah-Nya di sepertiga malam kemudian membaca Al-Qur’an adalah sebuah anugerah yang tak terkira. Butuh perjuangan untuk tetap istiqomah. Atau bersyukur karena sampai detik ini, alhamdulillah saya masih punya orang tua yang lengkap, sedangkan banyak orang – orang di sekeliling tidak seberuntung saya. Ada yang ibu nya sudah meninggal atau ayahnya yang meninggal atau malah keduanya sudah meninggal, atau ada juga orang tua nya yang masih lengkap, tapi salah satu orang tua meninggalkan keluarganya tanpa kabar berita.

Kamis, 11 Februari 2016

Kapan Nikah??

Kamu jomblo/single? Pasti kamu pernah bahkan sering di tanya ‘kapan nikah?’ sepertinya pertanyaan ‘kapan nikah?’ adalah pertanyaan wajib yang harus ditanyakan, tanpa perduli...pertanyaan ‘kapan nikah?’ itu mungkin saja sedikit melukai hati orang yang ditanya.

Buat saya Pertanyaan ‘Kapan Nikah?’ adalah pertanyaan basa basi yang basi dari kebanyakan masyarakat Indonesia.
Sayangnya pertanyaan ‘kapan nikah?’ itu tidak pernah berhenti sampe di situ....seringnya ada pertanyaan – pertanyaan lanjutan, sesuai dengan jawaban yang kita berikan.
Seringnya, orang yang bertanya ‘kapan nikah?’ itu emang asli basa basi, bukan bentuk kepedulian murni. Suudzon kah? Saya kira tidak. Mungkin, memang ada yang benar – benar bertanya karena perduli. Tapi, saya pikir....lebih banyak yang bertanya Cuma karena basa – basi, atau bahkan karena kepo.

Selasa, 09 Februari 2016

Mencari (bukan menunggu) Pendamping hidup...


 Boleh curhat?................boleh lah, toh ini blok pribadi saya hehehe.
Bukan curhat sih sebenarnya, hanya ungkapan lintasan pikiran.

Umur saya sekarang 32th lebih 2 bulan, dan sampai detik ini saya masih harus bersabar mencari (bukan menunggu) sang pendamping hidup..belahan jiwa...kekasih hati...si pemilik tulang rusuk.
Mengapa saya bilang mencari bukan menunggu? Ya karena sejatinya (setidaknya di saya) saya sedang berikhtiar mencari ‘dia’ yang masih misteri buat saya.

Tentang Allah dan Prasangka Kita

Banyak yang salah memahami tentang hadits “Seseungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”.
Ust. Salim A. Fillah memberikan penjelasan tentang hal ini, meluruskan presepsi yang salah tentang hadits ini. Semoga bermanfaat.

ALLAH dan Prasangka Kita

Tentang hadits qudsi :Innii ‘inda zhanni ‘abdii bii, sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya ketika dia berdoa kepadaKu.”(HR At Tirmidzi).
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKU”;siapa merasa dirinya kotor dan meyakini Allah Maha Suci, niscaya Allah membersihkannya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa dirinya pendosa & meyakini Allah Maha Pengampun, niscaya Allah memaafkannya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa rendah di hadapan Allah dan meyakini Allah Maha Tinggi, maka Allah meluhurkannya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa dirinya hina dan meyakini Allah Maha Mulia, niscaya Allah meluhurkannya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa dirinya aib dan meyakini Allah Maha Sempurna, niscaya Allah memperindahnya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa dirinya lemah dan meyakini Allah Maha Kuat, niscaya Allah mengokohkannya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa dirinya bodoh dan meyakini Allah Maha Berilmu, niscaya Allah mengajarinya.
“Sesungguhnya Aku di sisi prasangka hambaKu kepadaKu”;siapa merasa faqir di hadapan Allah dan meyakini Allah Maha Kaya, niscaya Allah mencukupinya.

Wallahu A’alam bish shawaab.

Agar kita tak memahaminya sebagai, “Berprasangkalah sesuka kita, Allah akan patuh pada kita untuk mewujudkan prasangka itu.”
Sungguh ini keliru.
Sebab bagian hadits berikutnya “Aku bersamanya ketika dia berdoa kepadaKu”, menunjukkan kehambaanlah yang kan mengundang kebersamaan dan pertolonganNya.
Agar kita memahami bahwa diri kitalah, baru kemudian Allah, penentu dan pengubah nasibdiri. Sebab ini adalah qadariyah dalam taqdir yang tercela di sisi Ahlus Sunnah
-Salim A. Fillah-



Minggu, 07 Februari 2016

Dulu...

Dulu...mungkin saja dirimu adalah sosok penting dalam hidup seseorang. Keberadaanmu selalu di cari olehnya...ponsel pintar mu tak pernah sepi dari sms dan telponnya, inbox socmed dan email mu selalu ada pesan darinya. 1 hari bisa beberapa kali dia mengirim chat padamu, bahkan ketika chat itu hanya berisikan emoticon hug.
Tapi...tiba – tiba saja, dia yang (dulu) menjadikan mu penting dalam hidupnya, berubah. Tak ada lagi sms yang terkirim, tak ada lagi telpon yang tersambung, tak ada lagi pesan – pesan berisikan curhatan di inbox email atau socmedmu.
Kini...kamu bukan lagi sosok penting dalam hidupnya, kamu hanyalah kenangan baginya. Ntah masih diingat atau tidak.

Rabu, 28 Oktober 2015

gak Jelas

Udah lama gak nulis di blog...yang ada blog nya Cuma di jenguk, baca blog2 teman...tapi blog sendiri gak diisi – isi. Syndrom malas ngetik. Hari ini, sengaja ngejenguk blog, baca tulisan – tulisan sendiri...trus, senyum – senyum sendiri. Mikir...oooo, saya pernah nulis kayak gini ya? Baru sadar hahahaha.
 

MyHistory Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates