Tampilkan postingan dengan label note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label note. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Malam mingguan

udah lama banget gak malam mingguan. bukan karena lagi malas sih, tapi karena sebelum malam minggu udah di ajak keluar duluan ama teman.
tapi, khusus malam minggu ini...diajakin sama si suci ke tempat yang ada wifi nya. buat apa ? minta ajarin buat blog katanya hahahaha.
sok iye banget lah mau ngajarin blog sama si suci, secara yang punya blog ini juga gak tahu apa - apa soal blog. ngajarinnya sambil buka google hahahaha.
ini orang nya lagi duduk di sebelah. ngapain? lagi buat tulisan pertama untuk buat blog nya. saya sambil nungguin, buka - buka youtube, nulis juga ....yang tulisannya asal banget lah.
pengennya tahun ini bisa konsisten nulis paling gak 2 tulisan setiap bulan. tahun kemaren, alhamdulillahm bisa istiqomah nulis 1 tulisan per bulan #yipppppiiiiieee. padahal isinya juga bukan tulisan penting kayak blog nya orang - orang yang lain.
hmmmmm....penyakit datang, suka ilang ide di tengah - tengah tulisan. ya udahlah...udah dulu ya.

eh kalau mau ngintip tulisannya si suci bisa ke sini Blognya suci nih

Minggu, 26 November 2017

Sudah siap?

Sudah siap?
Banyak yang bertanya:
Apa kriteria siap menikah?

Ini jawaban versi pak cah.

10 pertanyaan ukur kesiapan menikah.
By. Cahyadi Takariawan

Saya sering menuliskan, bahwa persiapan sebelum menikah itu meliputi persiapan spiritual, persiapan  mental, persiapan konsepsional, persiapan material, persiapan fisik dan persiapan sosial. Namun bukan hanya enam jenis persiapan itu yang diperlukan, para bujangwan dan bujangwati masih perlu merenung dan memikirkan masak-masak seperti apa kondisi orang setelah menikah.

Coba bayangkan beberapa hal yang terjadi setelah menikah berikut ini, dan tanyakan kepada diri sendiri apakah anda sudah siap untuk menghadapinya.

1. Apakah Anda Siap Melepas Kebebasan?

Salah satu hal yang sangat berbeda antara lajang dengan orang yang sudah berumah tangga adalah dalam  hal kebebasan. Saat masih lajang, anda bebas melakukan apa saja. Anda bebas makan dimana, jam  berapa, menunya apa. Semua terserah anda. Anda bebas mau mandi atau tidak mandi, mau mandi jam berapa, berapa kali sehari atau berapa kali sepekan, semua terserah anda.

Setelah menikah, anda tidak lagi memiliki kebebasan itu. Semua kebebasan anda itu hilang, karena anda memasuki kawasan bertanggung jawab. Anda harus menenggang perasaan pasangan anda atas semua perilaku, kebiasaan hidup, tutur kata, bahkan mimik wajah atau bahasa tubuh anda. Anda tidak bisa bersikap semau sendiri, karena anda harus membahagiakan pasangan.

2. Apakah Anda Siap Berbagi dalam Semua Hal?

Dulu anda naik motor atau mobil sendiri, kini anda harus berbagi. Dulu anda asyik ngenet sendiri, kini ada pasangan yang bisa mencemburui. Dulu anda bisa keluar malam sendiri, kini anda tidak bisa bebas lagi. Dulu anda bisa makan ke warung bakso sendiri, kini anda tidak bisa semau sendiri. Dulu anda mau tidur  dan bangun jam berapapun dengan bebas, kini anda tidak bebas lagi. Ini semua karena anda harus berbagi dengan pasangan dalam sangat banyak hal.

3. Apakah Anda Siap Menaiki “Roller Coaster” Kehidupan?

Hidup berumah tangga itu ada kemiripannya dengan menaiki roller coaster. Jika anda naik roller coaster, akan melewati saat yang wajar dan biasa saja, ada saat ketegangan, ada saat histeria, ada pula antiklimaks  berupa kelegaan. Akan ada banyak sekali suka dan duka yang akan dijumpai dalam kehidupan pernikahan. Tapi kebersamaan yang kuat antara suami istri akan menjadikan mudah melewati semua bentuk krisis atau masalah.

4. Apakah Anda Siap Terkejut Karena Menemukan Hal Baru dari Pasangan?

Sahabat muda, sebelum menikah, apalagi bagi mereka yang melewati masa pacaran, bisa jadi anda merasa telah mengenal banyak hal dari pasangan. Orang pacaran lebih banyak menampilkan kebohongan demi menyenangkan pasangan. Maka anda akan menemukan banyak sekali hal baru setelah menikah dan hidup berdua bersama pasangan. Hal-hal yang menjadi jati diri pasangan yang sesungguhnya.

Apalagi bagi pasangan yang tidak melewati masa pacaran, hanya berbekal masa ta’aruf secara Islami untuk menjaga hati. Pengenalan tentu tidak mendalam, karena lebih banyak sisi kesamaan visi dan keyakinan akan kebaikan calon pasangan. Maka setelah menikah, setiap hari adalah hari baru untuk lebih banyak tahu tentang kondisi pasangan. Anda akan terus dikejutkan dengan banyak hal baru dari pasangan yang belum pernah anda ketahui sebelumnya. Maka bersiaplah menghadapi hari-hari penuh kejutan itu.

Sabtu, 27 Juli 2013

Renungan Ramadhan......

Ramadhan, Aku Pura-pura Rindu
karya Azhar Nurun Ala @azharnurnala
Jujur ini Jleb banget 
Ramadhan, ternyata selama ini kami cuma pura-pura merindukanmu.
Sejak dua bulan lalu ketika kami panjatkan doa kepada Allah untuk disampaikan kepadamu, kamiselalu bilang kami begitu merindukanmu. Ketikaitu pula, kami selalu bilang kami tak sabar lagiuntuk berjumpa denganmu—takut rasanya, bila
ternyata umur ini membuat kami tak punya
kesempatan untuk kita saling menyapa, saling mengisi, saling menyemangati. Akhirnya sampai
juga hari ini, bahkan sudah separuh Ramadhan kami jalani.

Selasa, 11 Juni 2013

Resign Dari Dakwah : Menelisik Diri Untuk Berbenah (ust. Dwi Budiyanto)

Resign Dari Dakwah: Menelisik diri Untuk Berbenah
Ust. Dwi Budiyanto

Meninggalkan dakwah itu perkara gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya...
Tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan...
Tidak merespon saat dihubungi...
Bersikap masa bodoh terhadap aktivasi...
Tidak datang saat diundang...
Sembunyi ketika di mobilisasi...
Intinya bersikap cuek dan masa bodoh saja.
Tenggelamkan dalam aktivitas yang memuaskan diri...

Rabu, 10 April 2013

Gundah gulana ku, dirinya, kita....

Sabtu, 06 April 2013

Nambah ilmu...

share note ini yg saya dapat arya abie adham poto di FB, sumber nya mutiara hikmah

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH
Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

 

MyHistory Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates